Tuesday, September 12, 2017

Pembentukan Fi'il: Fi’il Madhiy, Fi’il Mudhari’ dan Fi’il Amr

Fi’il adalah kata yang menunjukkan arti pekerjaan atau dapat dikatakan fi’il adalah kata kerja atau verba. Berdasarkan zaman/kala fi’il dibagi menjadi tiga yaitu fi’il madhiy, fi’il mudhari’ dan fi’il amr.
Fi’il Madhiy, Fi’il Mudhari’ dan Fi’il Amr

 1. Fi’il madhiy

Fi’il madhiy adalah fi’il yang menunjukkan arti lampau atau peristiwanya telah terjadi (English: past tense). Contoh:  قرأ (telah) membaca
Fi’il madhiy merupakan kata kerja dasar (asli). Maksudnya bentuk fi’il lain seperti fi’il mudhari’ dan fi’il amr merupakan bentuk turunan dari fi’il madhiy.

 2. Fi’il mudhari'

Fi’il Mudhari’ adalah fi’il yang menunjukkan arti sekarang atau yang akan datang (English: past/future tense). Contoh: يقرأ (sedang/akan) membaca.

Berikut adalah cara membentuk fi’il mudhari’ dari fi’il madhiy.

1.    Diberi awalan salah satu dari empat huruf mudhara’ah. Huruf mudhara’ah ada 4 yaitu ن،أ،ت،ي dan kalau digabungkan bisa membentuk kata نأتيContoh:
Fi’il maadhiy: ذهب
Fi’il mudhari’: أذهب، نذهب، تذهب، يذهب

2.    Membuang hamzah tambahan dari bentuk افعل , contoh
Fi’il maadhiy: اكرم
Fi’il mudhari’: يكرم

3.    Membuang wawu pada fi’il madhiy yang diawali wawu. Contoh:
Fi’il maadhiy: ورث
Fi’il mudhari’: يرث

Harakat awalnya:
1.    Huruf mudhara’ah pada fi’il mudhari’ dibaca dhommah apabila madhiynya berupa ruba’iy (terdiri dari 4 huruf). Contoh:
Fi’il maadhiy: دَحرج (terdiri dari empat huruf yaitu: د, ح, ر, ج)
Fi’il mudhari’: يُدحرج

2.    Huruf mudhara’ah pada fi’il mudhari’ dibaca fathah apabila madhiynya tidak berupa ruba’iy.
Fi’il maadhiy: تعلّم (terdiri dari lima huruf yaitu: ت, ع, ل, ل, م)/ huruf lam ada tasydidnya berarti ada dua huruf lam
Fi’il mudhari’: يَتعلم

Harakat sebelum akhirnya:

1.    Apabila fi’il maadhiynya diawali ta’ tambahan maka huruf sebelum huruf akhir pada fi’il mudhari’ dibaca fathah. Contoh:
Fi’il maadhiy:تدحرج 
Fi’il mudhari’: يتدحرَج   

2.    Apabila fi’il maadhiynya tidak diawali ta’ tambahan maka huruf sebelum huruf akhir pada fi’il mudhari’ dibaca kasrah.
Fi’il maadhiy: دَحرج
Fi’il mudhari’: يُدحرِج

Penggunaan huruf mudhara’ah:
1.    Fi’il mudhari’ yang diawali hamzah digunakan untuk pembicara/orang pertama tunggal. Contoh: أنا أذهب.
2.    Fi’il mudhari’ yang diawali nun digunakan untuk pembicara/orang pertama jamak. Contoh: نحن نذهب.
3.    Fi’il mudhari’ yang diawali ta’ digunakan untuk lawan bicara/orang kedua laki-laki tunggal, contoh: أنتَ تذهب . Dan digunakan untuk orang yang dibicarakan/orang ketiga perempuan tunggal, contoh: هي تذهب.
4.    Dan yang diawali ya’ digunakan untuk orang yang dibicarakan/orang ketiga laki-laki tunggal, contoh: هو يذهب.

 1. Fi’il amr

Fi’il Amr adalah fi’il yang menunjukkan makna perintah. Contoh: أُكتب

Cara pembentukkannya:

1.    Jika fi’il madhiynya diawali hamzah washal dengan bentuk افعَل yang ‘ainnya dibaca fathah maka fi’il amr nya mengikuti bentuk افعِل yang dibaca kasrah ‘ainnya. Contoh:
Fi’il madhiy: اكرَم
Fi’il amr: اكرِم

2.    Fi’il yang huruf kedua pada fi’il mudhari’nya dibaca sukun maka fi’il amr nya dibentuk dari bentuk fi’il mudhari’ setelah huruf mudhara’ahnya dihilangkan dan diganti hamzah washal yang berharakat dhammah jika diambil dari fi’il tsulatsiy yang ‘ain mudhari’nya dibaca dhammah. Contoh:
Fi’il madhiy: كتب (tsulatsiy/terdiri dari tiga huruf)
Fi’il mudhari’: يكتُب (‘ainnya dibaca dhammah)
Fi’il amr: اُكتب

3.    Fi’il yang huruf kedua pada fi’il mudhari’nya berharakat (tidak mati/bukan berharakat sukun) maka fi’il amrnya dibentuk dari bentuk fi’il mudhari’ setelah huruf mudhara’ahnya dihilangkan. Contoh:
Fi’il mudhari’: يزخرف
Fi’il amr: زخرف

Demikianlah mengenai pembentukan fi’il yang mana fi’il madhiy adalah bentuk dasarnya; sedangkan fi’il mudhari’ dibentuk dari fi’il madhiynya; dan fi’il amr dibentuk dari fi’il madhiy/mudhari’.

Sumber:
الدكتور عبد الهادي الفضلي، مختصر الصرف (بيروت – لبنان: دار القلم، 2874) ص. 77-78

0 comments

Post a Comment